FANFICTION ONESHOOT [TITIPAN MEMBER] | I THINK I’M IN LOVE

I Think I'm In Love



Author : @novia105
Main cast : Im Yoonah, Lee Seunggi
Support cast : other member SNSD
Genre : Romance, Comedy(maybe), sad
Rating : 13+
Disclaimer
Ini adalah fiktif belaka, semu cast adalah milik orang tuanya, Tuhan, dan agensinya masing-masing. Alur dan keseluruhan isi cerita adalah milik saya, bila ada kesamaan alur saya mohon maaf. Please leave a comment and DON’T BE SIDERS!
Happy Reading ~
‘deo dang dang hage neon… Mr. Mr. Nal bwa Mr. Mr geuge baro neo’ Handphone Yoona berbunyi
“Yeobeoseyo appa. Wae?”
“Jinjja? Arraseo, aku akan kesana sekarang” Yoona mematikan sambungan telfonnya.
“Saengi mianhae aku tidak bisa menemanimu pergi ke toko buku, appa menyuruhku pulang kerumah. Ada hal penting” sesal Yoona pada Seohyun
“Geure, aku akan minta Sooyoung eonnie untuk menemaniku” ucap Seohyun.
“Kau tidak marah? Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, pai pai”
Yoona langsung pergi sebelum Seohyun menjawab. Buukkk… Sial Yoona terjatuh tersandung batu. Seohyun yang melihat Yoona tertawa keras, Yoona melirik kearah Seohyun dengan tatapan kesal, Seohyun yang merasa dirinya diperhatikan kemudian menghentikan tawanya. Yoona langsung pergi dengan rasa kesal.
Setelah Yoona pergi, Seohyun melanjutkan tawanya yang sedari tadi ia tahan.
*rumah*
“Mwo!? Kencan buta?? Apa aku tak salah dengar?” Yoona terkejut setengah mati dan hampir saja terjatuh.
“Kau tak salah dengar Yoong. Sejauh ini appa belum pernah melihatmu berkencan dengan namja manapun” jawab appa Yoona
“Tapi appa … ”
“Tidak ada tapi tapian. Apa kau ingin melihat appa ini sakit karena keinginannya tidak dipenuhi huh?” sela appa Yoona
“B-baiklah…” dengan terpaksa Yoona menjawab.
*tempat karoke*
‘I got a boy meotjin, I got a boy chakkan, I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan…’ teriak Yoona dengan suara cempreng.
” Im Yoon Aaah~ hentikan nyanyianmu! Itu sangat menggangguu” protes Taeyeon eonnie.
Yoona tak menghiraukan ucapan Taeyeon eonnie, Yoona tetap melanjutkan menyanyi dengan suara lebih keras.
“Kau menyanyi itu karena kau sebentar lagi akan mempunyai seorang namjachingu bukan?” tanya Yuri eonnie.
Yoona berhenti menyanyi sebentar ‘kenapa Yul eonnie bisa tau, padahal aku tidak pernah memberi tahu kepada siapapun’ batin Yoona
‘Maeumi yeppeun sarami dwelgeyo… ‘ Yoona mengganti lagu.
“Aisshhh. Setan apa uang merasuki mu Yoong?” tanya Tiffany.
“Entahlah. Kita nikmati saja suara cute-nya Yoong” balas Sooyoung dan naik keatas sofa bersama dan bernyanyi bersama Yoona.
“Ck ck ck. Sudah diluar batas kenormalan” gumam Hyoyeon. Taeng menganggik mengiyakan. Setelah puas bernyanyi, Yoona pulang ke rumah ayahnya diantar Yul eonnie.
“Eonnie, kenapa kau bisa tau tentang itu?” tanya Yoona saat diperjalanan.
“Tahu tentang apa? Ooh soal namja yang akan berkencan denganmu?”
Yoona menangguk
“Kau ini bodoh atau apa? Kemarin saat kau pulang ke rumah dan membahas itu dengan ayahmu aku sedang tidur disofa, tentu saja kau yang tidak melihat dan langsung pergi”.
Yoona hanya menatap Yul dengan mulut terbuka juga ekspresi yang konyol.
“Gamsahamnida eonnie, telah mengantarku” kata Yoona setelah sampai.
“Cheonmaneyo” Yuri menjawab dan langsung tancap gas lalu pergi. Yoona kemudian langsung menuju rumah ayahnya.

*rumah*
“Appa aku pulang”
“Yoona kenalkan ini nal Lee Seung Gi yang akan berkencan denganmu”  kata appa Yoong.
“Neo? Sepertinya aku pernah melihatmu”.
(flashback)
Yoona sedang berjalan menuju dorm dengan membawa buku pesanan Seohyun. Tiba-tiba ada seorang namja yang berlari cepat kearahnya dan menabraknya hingga terjatuh.
“Hei!” teriak Yoona kepada namja tersebut. Namja tersebut hanya menatap Yoona sebentar lalu pergi.
(flashback end)
Yoona membelalakan matanya, “Kau yang menabrakku kemarin dan kau langsung pergi!”.
“Mianhaeyo,,, mianhaeyo. Waktu itu aku sedang bergegas pergi ke bandara. Apa kau tidak apa-apa?” tanya Lee Seung Gi penuh sesal.
“Tak apa” jawab Yoong sedikit kesal.
*dorm*
“Eonnie bisakah kau tidak makan terlalu banyak?” tanya Seohyun polos.
“Tidak bisa, karena itu sudah menjadi hobiku” jawab Sooyoung.
“Hobimu suka mengganggu orang” ledek Sunny.
“Haahahaha benar-benar dan partner jahilnya adalah Yoona. Oh ya, dimana Yoona? Kenapa dia tidak kesini?” tanya Tiffany.
“Yoona sedang berkencan” jawab Yuri.
“Mwo!!” semua terkejut tanpa terkecuali.
“B-bagaimana bisa?” tanya Seohyun yang sedari tadi diam.
“Bisa saja Yoong kan cantik, mana ada namja yang mau menolaknya” jawab Yuri santai.
“Kau benar” setuju semua member.
*skip
Yoona merasa sangat canggung berdua bersama seorang namja, begitu juga dengan Seun Gi. Tiba-tiba Yonna melihat anak kecil yang sedang menangis, dia langsung menghampirinya.
“Anak manis kenapa kau menangis?” tanya Yoona lembut.
“A-aku aku tidak menemukan eomeoni” jawab anak tersebht sambil menangis.
“Sepertinya ia tersesat” kata Seung Gi. Yoona menoleh kearah Seung Gi.
“Namamu siapa jagoan?” tanya Yoona lagi.
“Park Jin Young” jawab anak tersebut.
“Jin Young manis apa kau tahu alamat rumahmu? Ahjussi akan mengantarmu pulang” kata Seung Gi.
“Apa ahjussi orang yang baik? Ahjussi tidak akan menculikku kan?” tanya Jin Young polos. Seung Gi tertawa kecil.
“Apa wajah ahjussi terlihat seperti orang jahat?”
“Ne..” jawab Jin Young. Yoona tertawa mendengarnya.
“Kalau ahjumma? Apa ahjumma seperti orang jahat?” tanya Yoona. Jin young hanya menggeleng menandakan Yoona tidak seperti orang jahat. Seung Gi mendengus, sedikit kesal.
“Baiklah. Apa Jin Young tahu alamat rumah Jin Young?” tanya Yoona lagi.
“Rumahku berada di jalan Apgujung no. 431″ jawab Jin Young.
“Geuraeh. Ahjumma dan ahjussi akan mengantarkanmu pulang ke rumah” kata Yoona.
Yoona langsung membawa anak tersebut pulang ke rumahnya. Saat sudah sampai terlihat seseorang ibu duduk di teras rumah dengan wajah yang sangat pucat.
“Eomeoni…” teriak Jin Young berlari kearah ibunya.
“Jin Young, maafkan eomeoni” kata ibu tersebut lalu memeluknya.
“Ahjumma, ahjussi ayo masuk! Eomeoni kenalkan ini ahjumma dan ahjussi yang menolongku” kata Jin Young bersemangat.
“Go-gomawoyo.. Gomawoyo telah mengantarkan Jin Young pulang”
“Cheonmaneyo” jawab Yoona dan Seung Gi.
“Silahkan masuk kedalam” tawar ibu Jin Young.
“Aniyo, lain kali saja. Kami harus pulang” kata Yoona.
“Ahjumma, ahjussi kau harus berjanji akan datang kesini lagi” pinta Jin Young.
“Baiklah jagoan, kami janji” kata Yoona lalu melirik kearah Seung Gi.
“ooh, ya pasti kami akan kesinu lagi” timpal Seung Gi.
Setelah berpamitan, Yoona dan Seung Gi langsung pergi. Saat diperjalanan mereka hanya diam.
“Jin Young sangat lucu yah?” kata Seung Gi memecah keheningan.
“Hmmmm”
“Dulu aku juga punya adik. Tapidia sudah meninggal pada saat umurnya masih 7 tahun, waktu itu aku masih berumur 13 tahun” kata Seung Gi.
Tanpa sadar air matanya jatuh. Yoona yang melihat Seung Gi menangis reflek ia mencium pipi Seung Gi, Seung Gi membelalakan matanya. Jantungnya berdetak 3x lipat dari biasanya. Yoon lalu menyadari apa yang telah ia lakukan.
“Mianhae…” kata Yoona lalu pergi meninggalkan Seung Gi sendirian. Seung Gi hanya diam terpaku ditempat.
“Aishh!! Bodohnya aku! Kenapa aku menciumnya?! Pabo pabo pabo!!!” kata Yoona sambil memukul kepalanya.
***
“Apa Yoong belum bangun?” tanya Taeyeon
“Belum” jawab Yuri sambil melahap sarapannya
“Maknae tolong bangunkan eonniemu” perintah Taeyeon.
“Geuraeh”
Seohyun berjalan menuju kamar Yoona. Pemandangan yang liar biasa, dengan posisi Yoona tengkurap sedikit ngorok, rambut yang menutupi wajah, dan bantal berserakan dilantai.
“Eonnie bangun, ini sudah siang” kata Seohyun sambil menggoyang-goyangkan Yoona.
“Apa ini sudah siang?” tanya Yoona
“Terlalu siang” jawab Seohyun.
“Baiklah aku bangun”
Yoona pun bangun dari ranjangnya lalu bergegas mandi. Setelah selesai ia langsung sarapan dengan member lain.
“Dimana Yul eonnie” tanya Yoona.
“Ia sedang ada acara keluarga” jawab Jessica.
“Jinjja? Baiklah kalo begitu,, ”
“Eonnie kau kenapa? Kau terlihat pucat. Apa kau sakit?” tanya Seohyun khawatir.
“Na gwaenchanha, baby” jawab Yoona sambil tersenyum.
***
‘deo dang dang hage neon… Mr. Mr. Nal bwa Mr. Mr.‘ hanphone Yoona berbunyi.
“Yeobeoseyo appa..” sebelum melanjutkan kalimatnya Yoona menjatuhkan ponselnya setelah apa yang ayahnya katakan. Ia lalu bergegaspergi tanpa mengucapkan satu kata pun pada eonnie dan saengienya. Sebelum Yoona pergi, Seohyun tidak sengaja melihat Yoona menitikan air mata.
“Yoona kau mau kemana?” tanya Taeyeon. Yoona tidak menghiraukan ucapan eonnienya itu.
***
“Appa, bagaimana keadaan Seung Gi? Apa dia baik-baik saja? Dia tidak apa-apakan?” tanya Yoona setelah sampai dirumah sakit. Seung Gi memang terkena pengeroyokan oleh para gangster.
“Keadaannya sudah mulai membaik kata dokter” jawab ayah Yoona.
‘Syukurlah’ batin Yoona.
“Kau tengoklah dia sekarang” perintah ayah Yoona.
“ughh, tidak usah appa. Aku harus segera pulang” jawab Yoona lalu pergi.
“Saudari Yoona” panggil seseorang. Yoona langsing menghentikan langkahnya.
“Ya, saya. Wae?” tanya Yoona pada perawat itu.
“Saudara Seung Gi memanggil anda” kata perawat itu.
Appa Yoona nenoleh kearah pintu ruang Seung Gi dirawat, mengisyaratkan Yoona untuk masuk.
“B-baiklah” jawab Yoona.
Yoona berjalan menuju ruang Seung Gi dirawat. Ia masih malu untuk bertemu Seung Gi, karena perbuatannya semalam.
“A-annyeong… ” sapa Yoona.
“Annyeong”
“Apa kau sakit?” tanya Yoona.
‘Pertanyaan bodoh! Sudah jelas-jelas ia sakit, kenap aku tanya itu?‘ batin Yoona.
Seung Gi tersenyum simpul “Hmmm”
Yoona sangat bingung sekarang, ia tak tau harus bicara apa kepada Seung Gi.
“Yoona-ssi. Apa kau menyukaiku?” tanya Seung Gi. Yoona hanya diam.
“Yoona-ssi. Apa kau menyukaiku?” tanya Seung Gi lagi. Yoona menatap Seung Gi sebentar.
“Tidak” jawab Yoona lalu pergi meninggalkan Seung Gi.
“Yoona kenapa cepat sekali?” tanya ayahnya saat sudah diluar. Yoona tidak menghiraukan perkataan ayahnya dan pergi begitu saja.
***
Sudah seminggu ini Yoona terlihat murung. Semua member berusaha membuat Yoona tertawa namun nihil. Ia hanya tersenyum tak berarti. Mereka tidak tau apa yang membuatnya sedih akhir-akhir ini. Yoona pun tak mau menceritakan masalahnya pada stu orangpun. Pada saat diruang makan tiba-tiba Yoona bertanya pada member.
” GG. Apa aku sedang jatuh cinta? Setiap kali aku ingin melupakannya semakin aku nerindukannya” kata Yoona polos.
“Dear, katakan. Siapa namja yang membuatmu seperti ini?” tanya Taeyeon.
“Yul eonnie sudah tau” jawab Yoona. Semua member menoleh kearah Yuri.
“Wae? Yang aku tau namja itu namanya Lee Seung Gi” jawab Yuri gugup.
“Jinjja Yoong?” tanya Jessica. Yoona hanya mengangguk.
“Baiklah kita akan mencari orang yang bernama Lee Seung Gi itu dan membawanya kemari” kata Tiffany.
“Tapi mungkin sekarang dia membenciku karena aku sudah menolaknya” kata Yoona.
“Mwo?!!” teriak semua member.
“Kau sudah pernah menolaknya?” tanya Hyoyeon.
“Tak apa eonnie. Tak ada salahnya aku mencoba” kata Seohyun menenangkan.
***
Berhari-hari Yoona mencari informasi dan kabar dari Lee Seung Gi, namun belum juga dapat. Appa Yoona pun tidak tau Lee Seung Gi tinggal dimana, ia hanya tau apartemen Lee Seung Gi yang lama.
“Chingu-ya, sudahlah kalian tidak perlu mencarinya lagi. Mungkin dia bukan untukku. Gamsahamnida sudah membantuku” kata Yoona.
“Kau jangan seperti itu Yoong. Yoong aku kenal tidak pernah putus asa” kata Sunny menyemangati.
“Benar apa kata eonnimu Yoong” timpal Taeyeon.
“Hei, bicaranya nanti saja. Perutku sudah sangat lapar” rengek Sooyoung.
“Baiklah, lagi pula aku juga lapar” kata Taeyeon.
Merekapun makan disalah satu restoran cepat saji yang dibenci Seohyun.
“Maknae kau pasti tidak mau makan di restoran fastfood kan? Ikut aku, kita makan ditempat lain. Lagi pula aku juga tak ingin makan-makanan junkfood” ajak Yoona.
“Baiklah”
Saat berjalan mencari makanan langkah Yoona terhenti. Tanpa sengaja ia bertemu Seung Gi. Mereka bertatap-tatapan.
“S-seung Gi-ssi…”
“Yoona-ssi…”
Yiona berlarikearah Seung Gi dan reflek memeluknya. Jantung Seung Gu berdetak lebih cepat dibanding saat Yoona mencium pipinya waktu lalu. Yoona merasakan detak jantung Seung Gi dan tersadar.
“Mianhae, jongmal mianhae…” sesal Yoona.
“Tak apa” jawab Seung Gi.
“Yoona-ssi apa kau-”
“SEUNG GI-SSI SARANGHAEYO” teriak Yoona sambil memejamkan matanya.
Saat Yoona membuka mata, Seung Gi tepat berada didepan wajahnya. Hanya beberapa cm dari pandangannya.
“Nado saranghaeyo” balas Seung Gi lalu mengecup kening Yoona. Yoona hanya tersenyum, Seohyun yang melihat kajadian itu pun ikut bahagia.

***
“Oppa kenapa kau kesini? Bukankah kita kerumah Jin Young?” tanya Yoona.
“Entahlah, aku suka saja tempat ini. Ini adalah tempat pertama kali aku melihatmu” jawab Seung Gi santai.
“O..oppa jangan bercanda. Ayo kita kerumah Jin Young” kesal Yoona.
“Kau tambah cantik kalo marah”
“Oppa…”
“Sssttt. . . ” Seung Gi menempelkan jarinya dibibir Yoona. Seung Gi mendekatkan wajahnya pada Yoona dan menciumnya tepat dibibir.
THE END

Kyaaaaa akhirnya selese juga. Gimana readers, bagus gk??? Karena ini FF pertama yang dibuat, kalo ada salah mohon dimaklumi. Please jangan jadi PEMBACA GELAP, hargain yang buat yeth…
Nb: menerima kritik dan saran 😊

Komentar